
Switch Industrial (atau Industrial Ethernet Switch) adalah perangkat penghubung jaringan yang dirancang khusus untuk bekerja di lingkungan yang keras, ekstrem, dan tidak bersahabat, di mana switch standar kantor (komersial) biasanya akan gagal atau rusak.
Jika switch biasa dirancang untuk ruangan ber-AC (seperti kantor atau rumah), switch industrial dirancang untuk area seperti pabrik, tambang, tiang jalan raya, atau ruang mesin. Berikut adalah perbedaan mendasar yang membuat sebuah switch disebut sebagai “Industrial Grade”:
Ini adalah perbedaan paling mencolok:
Switch industrial umumnya memiliki dua input daya DC (misal: V1+ dan V2+). Jika salah satu power supply mati, switch akan secara otomatis mengambil daya dari sumber kedua tanpa ada jeda waktu (zero downtime).
Karena sering dipasang di area terbuka atau dekat mesin besar, switch ini dilengkapi proteksi terhadap lonjakan listrik (voltase tinggi) dan induksi petir, biasanya hingga 6KV pada port kabelnya.
Dalam jaringan industri, koneksi tidak boleh putus sedetik pun. Switch industrial mendukung teknologi seperti ERPS (Ethernet Ring Protection Switching). Jika kabel dalam topologi ring putus, jalur cadangan akan aktif dalam waktu kurang dari 50 milidetik.
Anda wajib menggunakan switch industrial jika proyek Anda melibatkan:
Sebagai perbandingan dengan diskusi kita sebelumnya, jika Anda menggunakan NVR Hikvision untuk memantau area gudang yang panas atau area parkir luas, menggunakan switch industrial di titik distribusi akan mencegah masalah “kamera sering hilang” atau “gambar patah-patah” akibat switch yang kepanasan (overheat).
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.